Oh Surat Keterangan Kehilangan nasibmu

Alhamdulillah akhirnya bisa menulis kembali malam ini di blog yg sudah terlihat usang ini. Resiko bagi penulis pemula yang super moody. Ceritanya dimulai siang kemarin karena ATM saya yang entah jalan-jalan kemana padahal siang itu saya sangat membutuhkannya.

Setelah bertanya pada laci, rak buku, kantong celana dan lemari hasilnya nihil. Tetap ndak ketemu. Akhirnya terpaksa harus ke Bank untuk mengurus pergantian ATM saya yang hilang tersebut.

Sesampainya di Bank, oleh satpam saya ditanyain keperluannya apa, saya pun bilang, “ATM saya hilang pak, mungkin ada disini” #eh …. nggak..nggak, saya jawab gini “mau ganti ATM yang hilang pak”. Satpam pun bilang, “owh, masnya harus ke kantor polisi dulu untuk minta Surat Keterangan Kehilangan”. “Siap Pak Satpam”, saya menjawabnya dan langsung ngacir ke kantor polisi di Dinoyo tepatnya.

Siang itu, kantor polisi cukup terlihat sepi, hanya ada 2 orang perempuan yang sedang melapor, entah melapor apa, mungkin kehilangan ATM juga kali ya atau kehilangan sesuatu yang lain. Saya pun dipersilahkan duduk dengan santun untuk antri oleh Pak Polisi yang menyambut kedatangan saya.

Ketika giliran saya sudah tiba, saya pun masuk ke sebuah ruangan yang cukup luas yang hanya berisi 1 orang Polisi dan seperangkat komputer beserta printernya. Diinterogasilah saya, Buku tabungan dan KTP menjadi syarat dalam rangkaian interogasi tersebut.

Ada sesuatu yang cukup menggelitik saya ketika surat keterangan kehilangan tersebut sudah jadi. Apa itu? kalimat terakhir dari pak polisi tersebut. Polisi, “Jika mau bantu bayar uang administrasi silahkan, jika nggak juga tidak apa-apa”. “WOW”, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya tentunya hal tersebut sangat menggelitik bagi saya. “Berapa pak uang administrasinya?” timpal saya. “Terserah deh mas, nggak ada juga gak apa-apa kok”. Weik, ngenes banget, padahal ketika sebelum masuk ke kantor polisi, saya berharap ending kalimat yang bakal keluar dari pak polisi adalah “Terima kasih telah menggunakan layanan kami, pastikan jika Anda menemukan aparat yang meminta uang agar dilaporkan segera ke kantor atau ke nomor berikut … bla…bla…bla…”

Selesai buat surat keterangan kehilangan, saya pun meluncur ke bank untuk menyelesaikan proses penggantian ATM dengan menyisakan sesuatu yang miris tentang pelayanan publik dari aparat kita.

Kira-kira apa ya yang salah dengan pelayanan publik aparat tersebut tadi? apakah kesejahteraannya belum tercukupi? atau memang belum ada subsidi hanya untuk nyetak 1 lembar surat keterangan kehilangan? Wallahu’alam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s