Selamat Berpulang

Seperti biasanya ketika bangun pagi, tentunya setelah shalat Subuh, saya pastinya online untuk sekedar baca-baca berita terbaru di hari ini. Awalnya tidak ada berita yang cukup surprise selain kemenangan Chelsea (salah satu klub favorit saya) atas Basel FC di Europe League dini hari tadi. Menu berita olahraga memang menjadi menu awal saya sebelum membaca berita-berita lainnya.

935007_10151478006744355_307789165_n

Ketika menu berita olahraga telah selesai kubaca, beranjak ke berita lainnya. Ternyata ada berita yang sangat mengejutkan..bener-bener mengejutkan, bukan berita yang membahagiakan tapi melainkan berita duka. Siapa yang meninggal sampai segitunya kagetnya? Ustad Jefri al-Bukhory a.k.a UJE. Ustad yang biasa berdakwah dengan style anak muda dan jamaahnya pun tidak sedikit pula yang dari kalangan anak muda.

Usia beliau masih 40 tahunan, masih bisa terbilang muda, tapi yah begitulah rahasia ajal itu hanya Allah SWT yang tahu. Kita hanya bisa mempersiapkan diri untuk menyambut akhir hayat kita.

Rasulullah S.A.W. Bersabda.:
“yang mengikuti orang mati itu ada tiga, keluarganya, hartanya, dan Amalnya. Yang kedua kembali, dan yang satu tetap (menyertainya). Keluarga dan hartanya kembali, dan yang tetap menyertainya adalah AMALnya.”
(HR.BUKHARI-MUSLIM)

Banyak hal yang cukup bikin merinding dari meninggalnya UJE, selain masa ajal yang tidak kita ketahui kapan datangnya, beliau juga meninggal pada hari Jum’at, salah satu hari yang cukup mulia bagi umat Islam.

Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at melainkan Allah melindunginya dari siksa kubur” (HR. Al-Tirmidzi, no. 1043)

Beruntung sekali UJE meninggal di hari Jum’at, selain karena keutamaan harinya, jenazah UJE juga dishalati oleh ratusan jama’ah di Masjid Istiqlal.

Semoga apa yang telah menjadi amal ibadahnya selama di dunia diterima Allah SWT. Aamiin.

Satu pertanyaan yang cukup terngiang di benakku saat ini: Kira-kira kita ingin dikenang sebagai siapa ketika telah meninggal nanti?

#RenunganSiang

Kmr.14
Hanz

Advertisements

Hujan Riang

Bocah itu lincah banget. Dia begitu riang ketika bersenda gurau dengan entah temannya atau saudaranya. Tapi tiba-tiba ketika ada telp dari ayahnya kenapa dia enggan untuk menerimanya? dan seketika pula wajah riang itu berubah jadi cemberut, harus dipaksa pula untuk menerima telp ayahnya oleh seorang perempuan yang menurutku adalah Ibunya.

Setelah beberapa waktu berlalu bocah tersebut menghampiriku dengan riang kembali menyapaku dan bermain dengan teman-temannya di sebelahku. Orang tuanya kemana? oh dia, sedang asyik ngerumpi dengan Ibu teman anaknya.

Akhirnya makanan yang dipesan mereka telah datang, dan mulai menyingkir pula bocah-bocah tersebut dari sampingku.

Tetaplah riang sobat kecil dan jangan lupa untuk menyapa ayahmu dengan riang pula di lain waktu nanti.

Tulisan ini yang jelas hanyalah coretan semata dikala hujan begitu riang #eh begitu derasnya. InsyaAllah hujannya barokah, barokah bagi orang-orang yang punya warung seperti Pak Cik Abin ini 😀

– Berteduh sambil menikmati Nasi goreng teri medan special dan teh tarik di kedai pak cik abin, sendirian –