Hujan Riang

Bocah itu lincah banget. Dia begitu riang ketika bersenda gurau dengan entah temannya atau saudaranya. Tapi tiba-tiba ketika ada telp dari ayahnya kenapa dia enggan untuk menerimanya? dan seketika pula wajah riang itu berubah jadi cemberut, harus dipaksa pula untuk menerima telp ayahnya oleh seorang perempuan yang menurutku adalah Ibunya.

Setelah beberapa waktu berlalu bocah tersebut menghampiriku dengan riang kembali menyapaku dan bermain dengan teman-temannya di sebelahku. Orang tuanya kemana? oh dia, sedang asyik ngerumpi dengan Ibu teman anaknya.

Akhirnya makanan yang dipesan mereka telah datang, dan mulai menyingkir pula bocah-bocah tersebut dari sampingku.

Tetaplah riang sobat kecil dan jangan lupa untuk menyapa ayahmu dengan riang pula di lain waktu nanti.

Tulisan ini yang jelas hanyalah coretan semata dikala hujan begitu riang #eh begitu derasnya. InsyaAllah hujannya barokah, barokah bagi orang-orang yang punya warung seperti Pak Cik Abin ini 😀

– Berteduh sambil menikmati Nasi goreng teri medan special dan teh tarik di kedai pak cik abin, sendirian –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s