e-KTP yang Canggih

Entah kenapa hari ini saya tertarik untuk menulis tentang e-ktp. Menurut saya kartu yang bakal jadi barang kesayangan rakyat Indonesia ini cukup unik, karena dari awal sebelum pembuatan sampai udah jadi sekarang ini cukup bikin heboh.

Sebagai catatan aja nih ya, e-KTP itu merupakan pengganti dari Kartu Tanda Penduduk a.k.a KTP, kartu sebagai bukti identitas sah kewarganegaraan kita di Indonesia tercinta ini. Nah kenapa sekarang berubah jadi e-KTP? entahlah, untuk jawabannya yang pasti ada yang bersifat Pro dan Kontra. Menurut subyektifitas saya sih sebagai pengganti KTP yang lebih canggih. Sekarang kan jaman IT, jaman yang segala sesuatunya bersifat otomatis. Kok canggih? ya iyalah, liat tuh waktu kita daftar/memperpanjang KTP prosesnya terlihat canggih, pakai komputer, sidik jari kita nggak cukup hanya 1 tapi 10 jari kesemuanya didaftarkan (penasaran yang ini sebenarnya untuk apa?), waktu sesi pemotretan pun pakai kamera DSLR kelas pro, gimana canggih kan? Belum lagi ketika e-KTP udah jadi, sidik jari harus disinkronisasikan lagi untuk proses aktifasi kartunya. Berasa kayak di film-film fiksi futuristiknya Hollywood dah 😀

seorang-pegawai-kelurahan-menunjukan-e-ktp-yang-sudah-jadi-_120409155626-102

Bukan Indonesia jika sesuatu itu tidak bikin geger, gempar dan gregetan rakyatnya. e-KTP pun mengikuti jejak eyang Subur yang sebelumnya udah cukup lama ada di top chart pembicaraan masyarakat. Nah sepertinya nih saat ini e-KTP bakal juga bikin heboh, dari distribusi e-KTP yang tidak merata, tidak sedikit juga ada yang hilang (padahal sebelumnya udah daftar) dan  tentunya yang terbaru e-KTP itu hanya boleh difotokopi 1 kali. Berikut cuplikan beritanya dari Republika:

Jika dilakukan fotokopi berulang-ulang chip penyimpan data di e-KTP akan rusak, sehingga tidak bisa dibaca komputer.

Penegasan tersebut tertuang dalam surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP, kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Batanghari Ardian Faisal, Senin (6/4).

Ia juga mengatakan, chip e-KTP juga akan rusak jika didostabler atau dipres. Sinar mesin fotokopi akan merusak nomor induk kependudukan (NIK).

Untuk itu, e-KTP cukup difotokopi satu kali, dan sebagai solusinya jika ingin memperbanyak, fotokopi pertama itu yang digunakan untuk keperluan lainnya.

Banyak komentar dari teman-teman saya terkait berita ini. Ada yang berkomentar udah tinggal pakai print scan saja, ada juga yang bilang #eh hati-hati tuh e-ktp nggak boleh sering-sering ditaruh di dompet karena nantinya bisa merusak chipnya, dan ada yang punya ide inovatif jika e-ktp mending digabung di smartphone..hahaha.

Diluar itu semua, saya hanya berharap dengan munculnya e-ktp ini justru bisa mempermudah masyarakat dalam melakukan proses segala sesuatu yang bersifat administratif. Jika kartu identitasnya sudah canggih maka tuntutannya masyarakatnya juga harus diedukasi untuk menjadi canggih pula.

#RenunganSoreDariKamar14 #Teramblaz

Hanz

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s