Renungan 26 Desember

Sore itu aku naik kapal feri perjalanan dari Bangkalan, Madura menuju Surabaya. Saat itu aku pulang dari acara PD PII Bangkalan, menyeberangi Selat Madura yang cukup tenang lautnya. Sesampainya di Surabaya, aku melanjutkan perjalanan menuju Kota Malang tempat aku menimba ilmu.

Selama dalam perjalanan baik perjalanan di laut maupun darat, aku tidak merasakan hal aneh, kecuali hanya merasakan gerimis hujan di atas kapal feri.

Sesampainya di kosan, aku nonton sebuah berita di televisi. Dan dari berita tersebut cukup membuat aku shock karena telah diberitakan saat itu, di Ujung Barat Indonesia, yaitu Aceh telah terkena musibah dahsyat, Tsunami. Musibah ini telah menjadi musibah nasional waktu itu. Tak terasa air mata mengalir setelah berita menyedihkan tersebut. Akupun hanya bisa terdiam dan sempat merenungi perjalananku menyeberangi selat Madura tadi siangnya.

renungan 10thn tsunami aceh - elhanz

Dan ketika 4 hari kemudian, di malam tahun baru 2005, aku sempat menghimbau teman-teman di kosan untuk tidak merayakan tahun baru dengan cara hura-hura di luar. Akhirnya malam tahun baru 2005 saat itu hanya aku lewatkan dengan merenung dan mendoakan saudara-saudara sebangsa di Aceh sana.

Bencana dalam bentuk apapun itu pastilah ada sebuah hikmah agung dan rencana besar dari Allah SWT.

#Renungan10thnTsunamiAceh

Advertisements